Jan 27 2016

5 Negara Asing yang Menguasai Sumber Daya Alam Indonesia

Bisnis.ijomuda.com Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya dengan sumber daya alamnya. Namun, karena ketidakmampuan Indonesia dalam mengolahhasil kekayaan alam yang sangat kaya tersebut membuah perusahaan dari luar negeri yang telah diakui mampu menguasai teknologi canggih yang kemudian masuk ke Indonesia dan mengolah hasil sumber daya alam yang ada di Indonesia. Tetapi, dengan hal ini apakah Indonesia mendapatkan keuntungan yang besar? Lalu, apakah masyarakat didaerah tersebut merasakan kemakmuran dan merasakan hasilnya? Tentunya, anda sendiri dapat menjawabnya.

Lalu, negara asing mana saja yang kini telah menikmati sumber daya alam Indonesia? Ini dia 5 Negara Asing yang menguasai sumber daya alam Indonesia.

5 Negara Asing yang Menguasai Sumber Daya Alam Indonesia

  • Amerika Serikat

5 Negara Asing yang Menguasai Sumber Daya Alam Indonesia

Amerika Serikat merupakan salah satu peran utama di Indonesia di bidang tambang dan pengelolaan migas.

Pastinya anda sudah tahu dengan PT Freeport McMoran, yaitu perusahaan yang telah berpuluh-puluh tahun mengeksploitasi tambang emas di Papua. PT ini adalah miliki Amerika Serikat yang sudah mengontrak tanah Papua selama berpuluh tahun. Dalam sehari, konon PT Freeport dapat menghasilkan 22.000 ton biji emas dan perah mentah. Tidak hanya itu, perusahaan AS lainnya berbasis di Indonesia adalah PT. Newmont yang merupakan perusahaan asal Colorado ini mengeksplorasi tambang emas dan tembaga di kawasan NTT dan NTB. Pada tahun 2012, pendapatan bersin Newmont mencapai $4.17 juta atau sekitar 58 miliar rupiah, hanya dari pabrik mereka di NTB. Selain itu, banyak lagi perusahaan AS yang memanfaatkan SDA Indonesia seperti Chevron yang mengelola blok migas dan memiliki jatah menggarap 3 blok serta memproduksi 35% migas Indonesia. Di susul dengan ConocoPhilips yang mengelola 6 blok migas. Perusahaan ini telah 40 tahun beroperasi di Indonesia dan merupakan produsen migas terbesar di Tanah Air. Kemudian, tentu saja ExxonMobil yang bersama pertamina menemukan sumber minyak 1.4 miliar barel dan gas 8.4 miliar kaki kubi di Cepu, Jawa Tengah.

  • China

pertambangan nikel

China adalah negara yang sangat aktif untuk mencari sumber energi non-migas dari negara lain. Salah satu negara tujuannya adalah Indonesia. Salah satu investasi perusahaan China yang paling banyak di Indonesia adalah batu bara. Mereka mengekspansi bisnis mereka mulai dari wilayah Pacitan, Jawa Timur, hingga kawasan Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara.

Salah satu perusahaan besar China yang berbasis di Indonesia adalah PT Heng Fung Mining Indonesia. Perusahaan tersebut mengeksplorasi nikel di Halmahera. Target produksi mereka adalah 200 juta ton per tahun. Selain Heng Fung Mining, ada juga perusahaan China lain yaitu Petro China yang mengelola gas sebanyak 14 blok di Kabupaten Tanjung Habung Timur. Namun, perusahaan tersebut kini disegel pemerintah terkait perizinan.

  • Inggris

5 Negara Asing yang Menguasai Sumber Daya Alam Indonesia

Negara penggemar teh ini adalah negara yang sudah lama ‘bermain’ di sektor migas Indonesia. Mereka mengelola beberapa blok gas di Papua, lewat anak perusahaan BP Berau. Investasi perusahaan tersebut mencapai $12,1 milyar.  Hasil gas yang mereka dapat 60% diekspor ke negara Asia Pasifik sementaranya sisanya 40% didistribusikan ke Indonesia.

Pasokan gas yang dibutuhkan PLN juga disediakan oleh British Petroleum. Kerja sama tersebut tertuang di nota ke sepahaman (MoU) pasokan gas alam cair untuk PLN sebesar 230 mmscfd. Perusahaan dan investor Inggris saat ini tengah bergiat mencari sektor SDA strategis lainnya, khususnya di bidang industri ramah lingkungan.

  • Prancis

5 Negara Asing yang Menguasai Sumber Daya Alam Indonesia
Negara yang terkenal dengan menera Eiffel ini memang telah lama bermitra di Indonesia lewat brand Total. Total E&P Indonesia mengelola blok migas Mahakam, Kalimantan Timur. Total berkerja sama dengan Inpex Corp dalam mengelola blok Mahakam. Kedua perusahaan tersebut membagi rata yaitu 50:50 pengendalian saham mereka.

Pata tahun 2008, Total mengajukan proposal untuk perpanjangan kontrak karena ingin berinvestasi lebih lama di Indonesia. Dan pada tahun 2013, mereka memprediksikan pendapatan sebesar $8.92 miliar.

Selain Total, perusahaan Prancis lain yaitu Eramet berinvestasi di kawasan timur Indonesia. Eramet beroperasi di Indonesia melalui kepemilikan saham pada PT Weda Bay Nickel di bawah konsorsium Strand Mineralindo.

Investasi proyek pengolahan dan pemurnian (smelter) bahan tambang di Halmahera Utara, Maluku tersebut mencapai US$ 5 miliar (Rp 50 triliun) dengan kapasitas 3 juta ton per tahun.

  • Kanada

5 Negara Asing yang Menguasai Sumber Daya Alam Indonesia
Kanada mengembangkan 12 proyek di Sulawesi lewat canadian International Development Agency. Semuanya berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam. Selain itu, terdapat dua perusahaan Kanada lainnya yang beroperasi di Sulawesi yaitu Sheritt Internasional dan Vale. Vale sendiri memiliki investasi sebesar 2 Milliar USD di Sulawesi Tengah.

Kanada juga mengeksplorasi SDA Indonesia di bidang migas. Melalui Nico Resources, yang merupakan anak dari perusahaan Calgari dengan memiliki 12 blok migas di Indonesia. Blok tersebut merupakan blok terluas di Indonesia.

Jadi, apa yang didapatkan oleh Indonesia? Sudah begitu banyak kekayaan alam yang terus dikelola dan dinikmati oleh negara asing. Adapun penduduk lokal yang berada di daerah tempat sumber daya alam berada tidak menikmatinya. Kebanyakan mereka hanya menjadi pekerja di perusahaan asing yang menumpang di Indonesia. Seakan-akan menjadi tamu di rumahnya sendiri, harga diri penduduk lokal serasa diinjak-injak oleh negara lain yang terus menggerogoti kekayaan Indonesia.

Padahal, setiap kali isu pemerataan hasil kekayaan alam muncul, kita harus ingat pasal 33 Undang-Undang Dasar Indonesia. Sumber daya alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.

Ironisnya lagi, dengan merelakan sumber daya alam pada perusahaan asing, pemerintah saat ini seperti tidak ingin mengembangkan industri di dalam negeri. Padahal pasokan bahan baku dari kekayaan alam, penting untuk penguatan industri hulu seperti semen, kertas, dan sebagainya.

Pada kondisi tersebut, investor asing adalah pihak yang paling diuntungkan. Ekspor terus berjalan dan pengerukan sumber daya alam Indonesia terus berlangsung.

Baca Juga: Tips Agar Dapat Membeli Rumah Idaman

Kalau sudah begini siapa yang disalahkan? tentunya anda sendiri dapat menjawabnya. Tidak adanya kerjasama serta kepercayaan pemerintah kepada penududuk pribumi menjadi pemicu negara asing masuk ke Indonesia. Padahal bila ditelaah secara lebih dalam, penduduk Indonesia banyak yang pintar. Bisa dikatakan penduduk Indonesia dapat mengelola sendiri apa yang dimiliki Indonesia. Namun, dengan tidak adanya kepercayaan dan dukungan pemerintah sehingga membuat penduduk Indonesia pergi keluar negeri untuk mencari kehidupan yang lebih layak.

| 5 Negara Asing yang Menguasai Sumber Daya Alam Indonesia

  • Trik Supaya Bos Menaikkan Gaji Tanpa Harus Diminta

    Bisnis,- Semua pegawai atau karyawan tentunya ingin mendapatkan gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Namun, sayangnya tidak semua orang bisa...

  • Ini Dia Profesi Tanpa Gelar Sarjana dengan Gaji Besar

    Bisnis,- Tak jarang banyak orang yang mengatakan bahwa pendidikan tinggi akan menjamin gaji seseorang akan tinggi pula. Sejak masa kanak-kanak, tekanan teman...

  • Mengintip Gaya Hidup Mewah Ala Raja Arab Saudi

    Info Bisnis,- Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud akan mengunjungi Indonesia selama 9 hari. Pada 1-3 Maret nanti Raja Salman akan...

  • Punya Banyak Teman Memudahkan Anda Cari Kerja

    Bisnis,- Zaman sekarang mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah, namun bukan tidak mungkin juga Anda bisa lebih cepat memperoleh pekerjaan yang diidamkan...